Banyak sekali kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi di negeri ini, baik itu kekerasan atau pelecehan seksual pada balita, anak-anak, remaja, bahkan pada orang dewasa sekalipun. Entah apa yang terjadi pada moralitas dan rasa kemanusiaan pada orang-orang di negeri ini? Kami yakin banyak sekali faktor yang membuat penurunan atau hilangnya moralitas dan rasa kemanusiaan dalam diri manusia tersebut.
Namun sebagai mahluk yang memiliki banyak kelebihan, tentu kita memiliki banyak cara untuk menghindari dan melindungi diri dari hal tersebut. Sebagai orangtua pastinya kita memiliki kemampuan, pengalaman dan ilmu yang lebih daripada anak-anak kita dan pastinya sebagai orangtua yang baik, biasanya para orangtua memberikan pengarahan dan berbagi pengalaman kepada anak-anak mereka.
Berkaitan dengan kejadian yang telah disebutkan di atas, kami mengajak anda untuk lebih bekerja keras dalam memberikan bimbingan dan arahan terhadap anak-anak agar mereka dapat melindungi dan menjaga diri lebih baik lagi. Dalam hal ini, orangtua adalah inti utama yang memiliki peran untuk memberikan arahan dan bimbingan yang tepat kepada anak-anaknya.
Dalam sebuah artikel seminar parenting, ada beberapa tips ilmu yang dapat diterapkan oleh para orangtua dalam mendidik, membimbing, dan memberikan arahan kepada anak-anaknya, diantaranya adalah:
Apa yang harus dilakukan oleh orangtua?
Membentuk sebuah kerjasama
dll.
Tingkatkan pengetahuan (para orangtua) tentang bagaimana:
Ajarkan anak anda (para orangtua) bahwa "Tubuhnya (anak anda) sangat berharga".
Sebagai orangtua pasti lebih tahu dan mengerti betapa berharganya tubuh ini, ada baiknya kita mencari cara menyampaikan dan mengajari bahwa diri dan tubuh mereka adalah sesuatu yang sangat berharga:Selain memperkenalkan anggota tubuhnya yang sangat berharga itu, ternyata orangtua juga harus memberikan informasi kepada anaknya beda antara:
dengan bahasa yang mudah dimengerti dan dapat dipahami dengan baik, dan memberikan penjelasan mengenai perbedaan ke-enam hal tersebut. Sebagai contoh mungkin anda dapat menjelaskan ke-enam hal tersebut seperti di bawah ini:
Orang yang tidak kita kenal sama sekali. Anjurkan anak anda untuk tidak terlalu beramah tamah dengan mereka, atau akrab dan langsung percaya.
Orang yang kita kenal namanya, pekerjaannya, dan alamatnya. Beri penjelasan
mengenai hal ini seperti: Tetangga, Tukang sayur dll.
Orang yang kita kenal, tahu lebih banyak tentang dia bahkan tahu sifat-sifatnya.
Kita boleh bergaul lebih baik dan mempercayainya.
Lebih dari sekedar teman, kita sangat mempercayainya namun tetap dalam
batas-batas tertentu, tidak dalam semua hal kita percaya.
Adalah anggota keluarga dekat yang kita kenal dengan baik. Siapa saja?
Sanak keluarga seperti: Paman, Bibi, Keponakan, Sepupu dll. Tetapi tetap harus
waspada dan dalam batas kepercayaan yang wajar.
Bagi seorang muslim, ada baiknya kita mulai memperkenalkan kepada
anak sejak dini:
♦ Apa itu Mahram.
♦ Mana yang Mahram dan mana yang bukan Mahram.
♦ Bagaimana bersikap terhadap mereka.
Ajarkan anak anda jenis-jenis sentuhan dan cara bereaksi terhadap sentuhan.
Banyak cara yang dapat dilakukan oleh para orangtua untuk memperkenalkan indra perasa kepada anaknya melalui sentuhan. Indra yang satu ini sangat peka terhadap rangsangan dari sentuhan, namun anak-anak belum dapat memahami arti atau maksud sentuhan tersebut. Dalam artikel ini dijelaskan terdapat tiga jenis sentuhan, yaitu:Jenis sentuhan ini merupakan bentuk sentuhan kasih sayang seperti: mengusap,
membelai kepala atau membedaki badan.
Jenis sentuhan ini merupakan bentuk sentuhan yang belum jelas tujuan sentuhannya,
antara sentuhan sayang dan nafsu. Namun dapat dirasakan jika mula-mula mengelus
kepala, memeluk lalu tangannya meraba bagian tubuh dari bawah bahu sampai atas
dengkul, berarti itu bukan merupakan sentuhan sayang melainkan sentuhan nafsu.
Jenis sentuhan ini merupakan bentuk sentuhan yang tidak baik untuk dilakukan
kepada orang lain atau orang lain yang menyentuh bagian tubuh kita. Terdapat
beberapa bagian tubuh kita yang tidak boleh disentuh oleh orang lain, seperti:
bagian tubuh yang ditutupi pakaian renang pada umumnya atau sentuhan meraba-
raba paha, dada atau bagian yang dekat dengan (sekitar) kemaluan.
Menjadi orangtua itu sepertinya mudah, namun kita (para orangtua) memiliki tanggungjawab yang sangat besar untuk menjaga, mendidik dan mempersiapkan bekal untuk anak-anak kita dimasa depan. Anak memiliki sensitifitas tinggi, kepekaan terhadap perasaan dan perlakuan orang lain terhadapnya. Dalam hal ini, anak-anak sangat membutuhkan peranan dan dukungan orangtua untuk mengajarkan anak agar mempercayai perasaannya dengan cara mengajarkan dan melatih anak untuk memperhatikan dan mempercayai berbagai macam perasaan yang dialalminya bila saat ia berhadapan dengan orang lain, apakah itu perasaan:
Selain memperkenalkan bentuk tindakan, kita juga perlu mengajarkan dan memperkenalkan kepada anak-anak bentuk penolakan verbal. Ajarkan anak untuk mengatakan 'TIDAK', 'TIDAK BOLEH', 'TIDAK MAU', 'JANGAN', atau 'JANGAN BEGITU' kepada orang yang lebih dewasa atau lebih besar darinya, khususnya bila saat ia merasa terancam untuk melindungi dan menjaga dirinya. Dengan begitu, sang anak akan terlatih/terbiasa bersikap tegas dan mandiri dengan sendirinya.
Berikan arahan dan pengertian kepada anak anda bahwa orangtua dan keluarga sangat menyayangi dan mendukung segala tindakan yang sesuai dengan apa yang dirasakannya untuk melindungi dirinya, juga orangtua dan keluarga akan selalu melindungi dan menjaga mereka. Asumsi atau pernyataan tersebut sangat diperlukan untuk memberikan rasa aman dan kekuatan dalam diri mereka, sehingga mereka juga kelak akan terbiasa tidak merasa ragu dalam mengambil keputusan atau tindakan. Hal tersebut juga dapat membangun kepercayaan diri mereka dalam membuat keputusan dan mengambil tindakan yang tepat.
Hal terakhir yang dapat dilakukan oleh para orangtua adalah mengajak atau membiasakan anak untuk berbagi rahasia dengan kita (orangtua). Biasanya seorang anak cenderung lebih dekat terhadap ibu karena sang ayah sibuk mencari nafkah untuk keluarga, namun sosok ayah sangat penting dalam hal ini. Sang ayah tidak dapat menyerahkan semua tanggungjawab hak didik anak kepada sang ibu, karena peran sosok ayah juga dapat membantu anak dalam pembentukan karakter dan jati dirinya. Dengan begitu sosok ayah dan ibu (orangtua), dapat memberikan arahan, bimbingan dan hak didik dengan lebih baik sehingga dapat dengan mudah meyakinkan anak untuk dapat berbagi cerita dan rahasia tanpa rasa merasa canggung kepada ayah atau ibu (orangtua), karena orangtua merupakan tempat anak-anak berbagi cerita, keluh kesah dan/atau rahasia. Hal tersebut harus dilakukan, diterapkan dan dibiasakan dalam keseharian karena kekerasan seksual dan perkosaan selalu dilakukan dengan BUJUKAN dan/atau ANCAMAN dalam bentuk VERBAL. Pada dasarnya kita seringkali melakukan kesalahan atau kecerobohan yang mengakibatkan sebuah bencana namun kita dapat mengakalinya dengan sebuah tindakan persiapan atau pencegahan. Setelah semua tidakan pencegahan atau ikhtiar kita lakukan, sebagai umat beragama kita wajib berserah diri dan berdoa kepada Allah SWT untuk keselamatan diri, anak-anak dan keluarga agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan atau diluar kehendak kita.
Cukup sekian beberapa tips yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat dan kita dapat terhindar dari hal-hal negatif dan bencana.
Terimaksih dan Wassallam.









